Oplus_16908288
Batam, metro24kepri.com – Sekda Kota Batam Firmansyah, mendorong generasi muda menjadi pencipta inovasi sekaligus pelaku utama ekonomi digital.
Firmansyah menyampaikan pesan itu, saat mewakili Wali Kota Amsakar Achmad dalam ajang Digital Financial Literacy bertema ekosistem ITSK dan kripto, di Politeknik Negeri Batam, kemarin.
Teknologi sektor keuangan berkembang pesat hingga mengubah cara masyarakat bertransaksi, berinvestasi, mengelola aset, serta menciptakan nilai ekonomi baru.
”Jangan sampai karena ikut-ikutan, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, maupun legalitasnya,” pesan Firmansyah.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat, tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa baru menyentuh angka 62,72 persen.
Indeks inklusi keuangan kelompok pelajar tersebut sudah mencapai 92,76 persen, sehingga membutuhkan pengawalan pemahaman yang memadai.
”Anak muda kita semakin dekat dengan produk keuangan, tetapi belum semuanya punya pemahaman memadai,” ujarnya.
Batam memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, dan investasi yang siap menampung kreativitas generasi muda.
Pemerintah daerah bersama OJK, perguruan tinggi, serta industri terus memperkuat kolaborasi guna membangun ekosistem keuangan yang aman.
”Jangan hanya bertanya apa yang sedang tren, tetapi bertanyalah apa yang fundamental dan bagaimana teknologi ini menciptakan nilai,” ucapnya.
Firmansyah mengapresiasi OJK atas penyelenggaraan forum edukasi ini, demi melahirkan generasi muda Batam yang cakap secara digital.
”Batam harus mampu lahirkan generasi muda yang menciptakan inovasi dan mengambil peran dalam menentukan arah ekonomi digital,” pungkasnya.(*)
