Oplus_16908288
Batam, Metro24kepri.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami gangguan suplai atau masuk kategori stres area.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pengelolaan infrastruktur air baku, peningkatan pengawasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta percepatan penanganan keluhan masyarakat secara berkelanjutan.
Ketersediaan air bersih dinilai sebagai kebutuhan dasar yang harus dijamin dari aspek kualitas, kuantitas, hingga kontinuitas distribusi.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menginstruksikan pengelola SPAM agar lebih responsif dalam memitigasi berbagai persoalan di lapangan.
Ia menekankan pentingnya langkah konkret, baik jangka pendek maupun jangka panjang, guna memastikan distribusi air berjalan optimal dan gangguan dapat diminimalisir.
“Kami terus bekerja untuk menuntaskan persoalan air di beberapa wilayah yang menjadi stres area,” tegas Li Claudia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (3/02/2026).
Sebagai bagian dari pengawasan langsung, Li Claudia Chandra pada Sabtu 31 Januari 2025 meninjau kondisi empat waduk utama yang menjadi sumber air bersih masyarakat Batam, yakni Waduk Sei Ladi, Waduk Sei Harapan, Waduk Duriangkang, dan Waduk Nongsa.
Dalam tinjauan tersebut, ia mengecek progres perbaikan pipa distribusi di Waduk Sei Ladi sekaligus memastikan ketahanan air baku tetap terjaga.
Menurutnya, pemantauan langsung memungkinkan seluruh proses terkontrol sehingga gangguan suplai air kepada masyarakat dapat segera diatasi.
“Dengan meninjau langsung kondisi waduk dan pipa distribusi, seluruh proses dapat terpantau sehingga gangguan suplai air kepada masyarakat bisa segera teratasi,” pungkasnya.
