Oplus_16908288
Batam, Metro24kepri.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah harus dimulai dari perencanaan yang kuat di tingkat kelurahan. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sadai dan Kelurahan Sungai Pelunggut Tahun 2026, Minggu (11/1/2026).
Musrenbang Kelurahan Sadai digelar di Room VIP E Restoran Golden Prawn 933, sementara Musrenbang Kelurahan Sungai Pelunggut berlangsung di GOR Bulu Tangkis RT 003 RW 011, Kavling Bukit Kamboja.
Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum penyampaian usulan masyarakat, melainkan bagian penting dari mekanisme perencanaan pembangunan yang resmi, terstruktur, dan berjenjang. “Semua tahapan ini kita lalui untuk menyaring dan menetapkan skala prioritas pembangunan. Mulai dari pra-musrenbang, musrenbang kelurahan, musrenbang kecamatan, hingga musrenbang tingkat kota,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, setiap usulan yang disepakati di tingkat kelurahan harus sudah diprioritaskan sebelum dibawa ke musrenbang kecamatan. Di tahap tersebut, usulan antar kelurahan akan diselaraskan dengan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pokok-pokok pikiran DPRD, arah kebijakan pemerintah daerah, serta visi dan misi kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.
Amsakar juga memaparkan kondisi fiskal Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, jika seluruh usulan pembangunan digabungkan, kebutuhan anggaran bisa mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan APBD Batam saat ini berada di kisaran Rp4,27 triliun.
“Kondisi ini menuntut kita untuk lebih bijak. Tidak semua usulan bisa diakomodasi. Program yang harus didahulukan adalah yang memberikan manfaat paling besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, Amsakar mengajak masyarakat untuk tetap optimistis. Ia menyebut, berbagai indikator pembangunan Kota Batam menunjukkan tren positif selama sepuluh bulan kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.
Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen. Sementara realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target Rp60 triliun. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam terus meningkat hingga berada di angka 83,8.
Menurut Amsakar, capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta derajat kesehatan warga Batam yang semakin membaik. “Ini menunjukkan tata kelola pemerintahan kita berada di jalur yang tepat. Batam menjadi yang terbaik di Kepulauan Riau dan masuk lima besar daerah dengan kinerja pembangunan terbaik di Sumatera,” ujarnya.
Amsakar juga mengungkapkan adanya penurunan signifikan pada tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, capaian yang mengantarkan Batam meraih penghargaan nasional sebagai daerah dengan kinerja penurunan kemiskinan yang baik.
Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Batam atas partisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan melalui Musrenbang. “Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar pembangunan Batam benar-benar menjawab kebutuhan warga,” pungkas Amsakar.(r/diskominfo Batam).
