Oplus_16908288
Batam, metro24kepri.com – Masalah sampah bukan sekadar soal kebersihan, tapi juga soal peluang ekonomi. Menyadari hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak mencari formula terbaik dengan melakukan studi banding ke Bank Sampah Induk Satu Hati, Jakarta Barat, Senin (6/4/2026). Misi ini dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pengelola Bank Sampah Kota Batam. Tujuannya tegas: membawa pulang ilmu pengelolaan sampah yang efektif untuk diterapkan di Batam. Erlita Amsakar menekankan bahwa kunjungan kerja ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin para kader PKK dan pengelola bank sampah di Batam melihat langsung bagaimana sistem di Jakarta Barat mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.
“Kunjungan ini diharapkan dapat menambah wawasan kader TP-PKK dan pengelola Bank Sampah Kota Batam, sehingga dapat diterapkan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Batam,” ujarnya. Menurut Erlita, bank sampah adalah senjata strategis. Jika dikelola dengan benar berbasis masyarakat, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan aset yang memiliki nilai jual.
Senada dengan hal itu, Kepala DLH Kota Batam, Dohar M. Hasibuan, menegaskan bahwa Pemko Batam saat ini tengah melakukan pembenahan besar-besaran. Targetnya adalah sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Kami datang untuk belajar dan menimba pengalaman. Harapannya, pengelolaan sampah di Batam ke depan dapat berjalan lebih baik dan terintegrasi,” katanya dengan lugas.
Kedatangan rombongan Batam ini disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Yuli Hartono. Ia menyambut baik semangat Batam dalam memperkuat sistem bank sampah dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berbagi resep sukses. “Apa yang dapat diterapkan, kami siap berbagi pengalaman dan mendukung,” ujar Yuli Hartono memberikan dukungan.
Melalui langkah konkret ini, Pemko Batam optimis sinergi antara pemerintah dan warga dalam mengelola sampah akan semakin solid. Harapannya jelas, Batam yang lebih bersih, lebih sehat, dan masyarakatnya lebih sejahtera karena mampu memutar roda ekonomi lewat sampah.(*)
